Sandal Jepit Istriku (Kisah Renungan)

Kisah ini menceritakan tentang kekhilafan seorang suami dalam memperhatikan keperluan istrinya. Sehingga sampai terlontar ucapan ‘Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?’ sesal hatiku.

Yang Membuat Istri Bahagia Bersama Suami

Suami Anda mungkin tidak pernah berkata-kata secara terbuka dan apa adanya kepada Anda. Setiap Anda bertanya kepadanya ia selalu menjawab dengan . . .

AMIKOM pecahkan Rekor MURI

Selasa (9/2) STMIK AMIKOM Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Pemrakarsa dan Penyelenggara Pameran Karya Mahasiswa Bidang Teknologi Informasi dengan Jenis Terbanyak.

Daftar Nama-Nama Klub LPI

Liga Primer Indonesia (LPI) yang rencananya akan dihelat pada Sabtu (8/1/2011) di ikuti oleh 19 klub Indonesia. Diantara 19 klub tersebut memang ada yang awalnya . . .

Tampilkan postingan dengan label News IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News IT. Tampilkan semua postingan

10 April 2011

Keunggulan Mozilla Firefox 4 terbaru

Mozilla Firefox merupakan browser yang terekenal dengan kecepatan load nya, dan merupakan browser paling banyak digunakan saat ini.
Kini versi terbaru dari mozilla firefox adalah Download Mozzila Firefox 4 .
tampilan mozzila firefox 4
Hanya terdapat satu menubar di dalam Firefox 4 ini disebelah pojok kiri atas, tetapi bisa dicustomize seperti layaknya menubar pada Firefox terdahulu. Menurut rasan rasan saya si mozilla ini loadnya lebih mendingan dari pada browser lain sperti GoCro, Opr ataupun IE :)

O iya gan, pada kotak posting (textfield) dipojok kanan bawah ada semacam titik titik, kalau di di mouse over akan berubah menjadi arrow dan itu bisa di customise langsung ukuran kotak postingnya :)

Bagi yang tertarik menggunakan browser ini, monggo didownload mawon :
Download Mozzila Firefox 4

24 Maret 2011

Benarkah Facebook Tingkatkan Risiko Kanker

VIVAnews - Situs jejaring sosial semakin menjamur. Berawal dari tujuan untuk memudahkan hubungan antar manusia, situs-situs seperti Facebook dan Twitter pun menjadi situs yang wajib Anda dikunjungi setiap hari.

Bahkan banyak orang menghabiskan sepanjang hari untuk berada di depan komputer atau sibuk dengan smartphone hanya untuk online di kedua situs ini. Namun tidak hanya kesenangan yang didapat, tetapi juga peningkatkan risiko kanker dalam tubuh Anda.

"Mengirim pesan melalui situs-situs seperti ini daripada bertemu langsung dapat mengakibatkan efek samping yang sangat besar dalam perubahan biologis tubuh," ujar Dr Aric Sigman, seorang psikolog, seperti dikutip oleh laman Daily Mail.

Peningkatan isolasi dapat mengubah cara kerja gen dan respon imun terhadap rasa kesal, tingkatan hormon dan fungsi arteri. Hal tersebut juga dapat mengganggu mental. Pada Jurnal yang ditulisnya, the Journal of the Institute of Biology, Dr. Sigman mengatakan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan risiko kanker, stroke, serangan jantung dan demensia.

Jejaring sosial tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan orang untuk berhubungan dengan teman-temannya tanpa harus bertatap muka secara langsung. Selain itu, mereka dapat upload foto, bermain games, dan menulis status update. Walaupun didesain untuk menghubungkan banyak orang, situs-situs tersebut memiliki peranan penting untuk membuat orang-orang yang ketagihan bermain semakin terisolasi.

Para peneliti menemukan bahwa jumlah waktu yang digunakan orang untuk bertemu muka berkurang secara dramatis sejak terjadinya peningkatan penggunaan media elektronik pada 1987. Padahal, interaksi secara langsung dapat membuat kerja hormon lebih baik, contohnya hormon 'cinta' oksitoksin, yang berfungsi membantu terjadinya ikatan antara pasangan. Bayangkan jika rasa cinta hanya dikirim melalui pesan tanpa bertemu secara langsung, kerja hormon ini pun tidak akan maksimal bahkan akan terjadi perubahan dalam produksinya.

Tentu ada perbedaan antara kehadiran yang sebenarnya dengan kehadiran virtual. Akan terjadi perubahan fungsi dari beberapa gen, termasuk yang memengaruhi sistem imun dan respon terhadap stres, berdasarkan seberapa banyak interaksi yang terjadi.

Tidak dapat dipungkiri dengan semakin menjamurnya jejaring sosial, terjadi perubahan pada gaya hidup masyarakat. Untuk menghemat waktu, orang lebih memilih bertemu secara virtual dibandingkan bertatap muka,
bahkan pendidikan saat ini banyak yang menggunakan sistem online yang memungkinkan anak usia sekolah pun tidak perlu keluar dari kamarnya untuk bersekolah.

"Media elektronik juga dapat mengurangi kemampuan anak, remaja, dan orang dewasa dalam berinteraksi sosial, selama mereka terisolasi," ujar Dr Sigman.

Hal ini terlihat jelas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang mengakibatkan berkurangnya waktu mereka untuk berinteraksi selama dua dekade terakhir. Orangtua menghabiskan waktu lebih sedikit untuk anak mereka, seperti halnya yang terjadi di Inggris. Kebiasaan makan malam bersama semakin berkurang, sedangkan jumlah orang yang memilih kerja online di rumah semakin meningkat.

"Jejaring sosial seharusnya membantu kita meningkatkan kualitas hidup, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka bukan alat untuk meningkatkan, tetapi alat untuk menggantikan," ujarnya.
Dikutip dari : VIVAnews

23 Maret 2011

Facebook dan Twitter dalam Intaian Intel

VIVAnews - Di antara kerumunan massa di Lapangan Tahrir Kairo Mesir, lelaki kurus dengan janggut yang sebagian telah memutih, menenteng sebuah kertas kardus.
Di atas kardus itu tertulis kalimat dalam bahasa Arab. "Syukran Syabab Mishr (Terima kasih, pemuda Mesir)." Di bawah tulisan Arab itu, terpampang jelas tulisan latin  yang lebih besar dengan spidol merah. "Facebook."
Momen itu diabadikan oleh wartawan NBC Robert Engel dan kemudian beredar luas melalui jejaring mikroblog Twitter. Facebook dan Twitter memang memiliki peran sentral dalam memobilisasi aksi massa demonstran di Mesir, yang kemudian berhasil menumbangkan Presiden Hosni Mubarak.
Tak heran bila kemudian seorang bayi yang lahir di wilayah Ibrahimya, Mesir, diberi nama 'Facebook' untuk mengabadikan momentum revolusi Mesir, yang dimulai dari situs jejaring sosial itu.
Di dalam negeri, kekuatan jejaring sosial juga tercatat dalam berbagai peristiwa besar, mulai dari mobilisasi dukungan terhadap Prita Mulyasari hingga gerakan pembebasan pimpinan KPK,  Bibit Samad Riyanto dan Chandra M.  Hamzah.
***
Kehebatan jejaring sosial dalam menghimpun masa dan menyampaikan pesan dalam sekejap ke jutaan orang ternyata juga mengundang intelejen untuk mengawasinya.
Seperti dikatakan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN), Sutanto, bahwa intelijen akan memantau penggunaan jejaring sosial yang mengarah ke teror dan subversif. "Yang membahayakan tentu kami pantau, yang arahnya teror dan subversif tentu kami pantau," kata Sutanto seusai rapat dengan Komisi I DPR, Selasa 22 Maret 2011,


Namun, kata Sutanto, BIN hanya menjadi lembaga yang membantu memberikan informasi dini. Data awal itu nantinya akan diserahkan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika. "Menkominfo yang akan menentukan langkahnya."
Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Kominfo, Gatot S Dewabroto, menjelaskan bahwa proses pemantauan dan pengintaian terhadap akun Facebook atau Twitter terhadap seseorang tak bisa dilakukan dengan mudah.
Pasalnya, beberapa regulasi mengatur hal ini dengan ketat. Misalnya, Undang-Undang Telekomunikasi No 36 Tahun 1999, pasal 40 dan 42, melarang adanya penyadapan informasi apapun kecuali adanya permintaan dari Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian RI, atau pihak penyidik.
Selain itu, kata Gatot, peraturan di Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), juga mengaturnya secara ketat di pasal 27-35. "Artinya, ini  harus dilakukan secara rigid, hati-hati, sesuai peraturan, agar benar-benar tidak melanggar hak pribadi seseorang."
Dia menambahkan, pemantauan terhadap jejaring sosial, secara teknis juga sangat sulit mengingat besarnya trafik pengakses situs jejaring sosial dari Indonesia. "Trafik jejaring sosial di sini per hari bisa mencapai 50-60 juta."
Pengawasan bisa dilakukan bila memang sudah ada target yang jelas. Upaya itu pun dasarnya harus benar-benar kuat sehingga tidak melanggar hak asasi seseorang. Gatot mengakui, hal tersebut sudah pernah dilakukan dalam aksi pemantauan untuk pemberantasan kasus terorisme.
Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), lembaga pengawasan keamanan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet, mendapat permintaan dari Densus 88 untuk mengintai tersangka kasus terorisme. "Namun ID SIRTII hanya sebatas memberikan catatan log file trafik data yang bersangkutan," kata Gatot.
Wakil Pimpinan DPR dari Fraksi PKS, Anis Matta, mendukung upaya pengawasan di situs jejaring sosial Twitter dan Facebook. Syaratnya, kata dia, pengawasan itu tidak mengganggu kebebasan masyarakat dalam bertukar informasi.
"Rencana ini bagus, namun tidak harus mengganggu kebebasan masyarakat," katanya kepada wartawan, di kantornya, Selasa 22 Maret 2011. Ia juga mengatakan bahwa tak mungkin pemerintah bisa mengawasi semua akun Twitter atau Facebook, karena banyaknya pengguna kedua situs tersebut.
Indonesia sendiri memiliki lebih dari 35 juta pengguna Facebook dan merupakan negara kedua terbesar pengguna Facebook setelah Amerika Serikat.
Sementara di ranah Twitter, Indonesia berada di peringkat tiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Brazil, dengan persentase tweet 14,52 persen dari seluruh tweet yang berseliweran di Twitter
Oleh karenanya, menurut Anis, sebaiknya akun-akun yang telah diketahui bermasalah saja yang perlu diawasi dan ditelusuri, agar tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat.

dikutip dari • VIVAnews

17 Maret 2011

CPU Processor Comparison – Intel Core i7 vs. i5 vs. i3

Although they’ve been out for a while now, Intel’s Core lineup, Core i7, Core i5, and Core i3 processors, are still considered relatively young (for processor line marketing). Here, we will review the three processors, explaining the technologies behind them, Intel’s philosophy, and help you decide which one you should buy.
Rather than taking the traditional processor comparison route by showing you a bunch of benchmarks, game performance specs, etc, this review will focus on explaining the “core” of Intel’s core lineup.

Although benchmarks are useful for heavy computer gamers, they pretty much mean jack to the average computer user. This guide should help you pick out a computer, with a good processor for your needs, without having to know what “Cinebench” is.
Intel Processor Ratings
The first thing you may be wondering, is now a good time to buy a PC with a Core processor? It’s a bit disheartening for anyone to go buy something, and find out the next day that the company just released a better model.
The answer is yes, now would be an okay time to get a computer with a Core series processor. Processor’s and Intel have a history of keeping product lines around for several years. Just look at their Core 2 Duo lineup as an example.
Core 2 Duo processors first made their debut in mid 2006, nearly 4 years ago. Computer manufacturers are just now starting to weed out their lineups of the Core 2 Duos. As we mentioned above, Core i7, Core i5, and Core i3 processors are still pretty young, meaning they should be around for at least a couple more years. Below, is a current screenshot of some computers that Dell is offering as their Studio lineup.
Studio Desktop
Should you buy the Studio Desktop pictured above? Absolutely not. $759 is just a bit too high for a PC with an “older” Core 2 Duo processor. Rather, the following would be a better option.
Inspiron 580
Why would the Inspiron computer be cheaper than the Studio? Aside from Inspiron being Dell’s base line, and Studio being Dell’s mid-range line, the Core line of processors (i3, i5, i7) are actually being marketed cheaper then the older Core 2 Duos and Core 2 Quads; strategically, making them more affordable to the consumer.
Most likely, this is due to the struggling economy, and to put more pressure on Intel’s rival company AMD, which has earned a reputation as being a much more affordable processor manufacturer than Intel.

Core i3

We’ll start at the bottom and work our way up. Core i3 is Intel’s latest budget processor. Even though the Core i3 is the lowest of the bunch, it’s still a very good processor that has received good to outstanding reviews by the majority of experts and customers alike.
The technology behind Core i3 processors includes dual core base, hyper threading support, and virtualization. Core i3 processors do support 64-bit versions of Windows. By taking advantage of Intel’s new chipset and 32nm technology, Core i3’s have even been known to perform closely to lower end Core 2 Quad processors.
Should you buy a computer with a Core i3 processor? It depends. If you use your computer for basic tasks such as word processing, email, surfing the web, etc., a Core i3 processor is more than enough to handle all of that with ease. A core i3 processor is a solid, affordable choice for the heavy majority of people.
Core i3

Core i5

Core i5 is the latest “mid-range” processor by Intel. A step up from the Core i3, i5 processors will give you a noticeable difference in speed, depending on what type of applications that you run. If you are playing solitaire, you aren’t going to be able to tell a difference between Core i3 and Core i5 processors. If you are editing multiple files in Adobe Flash, with virtualization software, you may notice the Core i5 to be snappier.
Technically, Core i5 processors are marketed a bit differently. There are two main types of Core i5 Processors, dual core, and quad core. Dual core i5 processors have 32nm technology, hyper threading support, virtualization support, and Turbo Boost technology. Quad core i5 processors have 45nm technology, virtualization support and Turbo Boost technology, but do not have hyper threading support.
Do the two types of Core i5 processors offer similar performance? Yes, in most situations. However, one may be better than another when running multi threaded applications. Be sure to take note of which specific Core i5’s are dual core vs. Core i5’s that are quad core, if you are looking to buy a specific processor.
Should you buy a computer with a Core i5 processor? In most situations, a Core i5 is a safe bet. Core i5’s offer enough performance to do stuff like video editing and gaming, and more than enough performance to do basic stuff like word processing, internet surfing, and email. A Core i5 processor is a great, mid-range priced processor for people who use their computers frequently and often multi task.
core i5 processor
Not so fast. You haven’t read about the fastest yet. Be sure to continue on to Part 2 of the series, where we breakdown Intel’s fastest processor, the Core i7, and conclude with some further advice on buying, as well as Intel.

http://helpdeskgeek.com/how-to/intel-core-i7-vs-i5-vs-i3/

16 Maret 2011

Tantang iPad, Microsoft akan Andalkan Windows 8

Jakarta - Microsoft masih adem ayem meski melihat Apple dan Google berebut kue pasar tablet. Namun bukan berarti raksasa software itu berpangku tangan. Diam-diam, mereka mempersiapkan sebuah senjata rahasia berupa sistem operasi tablet.

Dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Jumat (4/3/2011), Microsoft belum akan menantang Apple dan Google dalam waktu dekat, tapi di tahun 2012. Ya, pada tahun itu Microsoft dilaporkan akan merilis sistem operasi Windows 8 yang memiliki user interface khusus untuk tablet.

Microsoft lama mendominasi pasar PC, namun keteteran di segmen tablet. Mereka kalah dibanding Android, apalagi Apple yang masih dominan dengan 90% market share. Keperkasaan Apple ditantang oleh Google yang membuat Android Honeycomb, OS khusus tablet. Namun Microsoft belum memberi perlawanan.

Memang OS Windows 7 digunakan oleh beberapa produk tablet, tapi karena pada dasarnya OS ini adalah untuk PC, ia dianggap kurang ideal dipakai di tablet. Tak heran jika kemudian Microsoft merasa perlu membuat OS yang cocok untuk tablet.

Beberapa rumor sudah berkembang mengenai keseriusan Microsoft. Media Business Insider mengklaim, perusahaan yang didirikan Bill Gates ini akan mendemonstrasikan tablet dengan Windows 8 di akhir Juni 2011. Ada pula bocoran tablet Dell Windows 8, yang konon dijual awal tahun 2012.

Namun Microsoft dinilai terlalu lambat bergerak. "Jika 2011 adalah tahunnya peperangan tablet, Microsoft akan terlambat untuk masuk," ucap Michael Gartenberg dari biro riset Gartner. Ya, semakin lama Microsoft merilis OS untuk tablet, kian banyak waktu bagi Google dan iPad mencengkeram pasar.

detik.net

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More